Langsung ke konten utama

Sekilas Tentang Bapak Pandu Dunia, Lord Baden Powell

Lord Robert Baden Powel, Robert Stephenson Smyth Baden Powell, Chief Scout of World, bapak pandu dunia, tantang baden powell, tentang bapak pandu dunia

Hai kawan..
kali ini saya akan membagikan sekilas cerita singkat tentang kehidupan Bapak Pandu Dunia, Lord Baden Powell, atau sejarah singkat tentang berdirinya Pramuka Dunia. 
Berikut Sejarahnya:

     "Lord Baden Powell Of Gilwell" dilahirkan di London, Inggris, pada tanggal 22 Februari 1857. Nama lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell. Tetapi para pandu biasa memanggilnya "Baden Powell". Nama kecil Baden Powell adalah "Ste, Stephe atau Stephenson" (tapi paling sering dipanggil dengan nama "Steevi"). Dan baru dipanggil dengan nama Robert atau Sir Robert setelah mendapat gelar kesatria dari Kerajaan Inggris.
     Di usia 3 tahun Baden Powell menjadi seorang anak yatim. Dengan dukungan ibundanya (Ny. Henrietta Grace Smyth) Baden Powell muda dituntut untuk dapa hidup mandiri. Melalui Perjalanan panjang dengan himpitan kesulitan pada tahun 1870, Ny. Henrietta GS, memasukkan Baden Powell ke "Charterhouse School".
     Berkat kepandaiannya, Baden Powell mendapat beasiswa. Disamping tekun belajar, Baden Powell juga mengikuti berbagai kegiatan Marching Band, olahraga menembak, teater, melukis dan sepakbola.
     Baden Powell menamatkan sekolah di usia 19 tahun. Dengan bantuan pamannya (Kolonel Henry Smyth), ia masik pendidikan akademi militer, setelah lulus iapun di tugaskan di negara India, dengan pangkat Pembantu Letnan.
     Pengalaman Baden Powell di ketentaraan inilah yang kelak mempengaruhi berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.
     Baden Powell juga terkenal sebagai sosok yang pandai bergaul, tugasnya sempat berpindah-pindah, dari satu kota ke kota lainnya.. Bahkan dari satu negara ke negara lainnya.. Terakhir ia bertugas di kota Mafeking, sebuah kota di daerah pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat nama Baden Powell menjadi terkenal dan dianggap pahlawan, oleh karena jasanya dalam memimpin pertahanan kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer selama kurang lebih 217 hari (13 Oktober 1899 sampai 18 Mei 1900).
     Karena jasa-jasa tersebut pangkat Baden Powell dinaikkan menjadi Mayor Jendral. Selama bertugas di Afrika, Baden Powell banyak melakukan petualangan dan kerana keberaniannya, Baden Powell mendapat julukan dari suku-suku primitif di Afrika sebagai "IMPEESA" yang berarti "Serigala yang tak pernah tidur".
     Pada tahun 1901, Baden Powell kembali ke Inggris dan disambut besar-besaran sebagai salah satu pahlawan. Kemudaian sempat pula menulis pengalaman-pengalamannya dalam buku "Aids to Scouting".
     Pada tahun 1907, Baden Powell mendapatkan undangan dari perkumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalaman-pengalamannya selama di Afrika khusunya dan selama di dinas ketentaraan umumnya.
     Sedangkan pada tahun 1908, Baden Powell menulis buku yang sangat spektakuler yang berjudul "Scouting For Boys".
     Dari isi buku tersebut berdampak positif terhadap perkembangan kepanduan. Buku ini menyebar diseluruh daratan Eropa. Pada tahun 1910, Baden Powell meletakkan jabatan didinas ketentaraan dengan pangkat terakhir Letnan Jendral.
     Semenjak itu, Baden Powell berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan kepanduan kepenjuru dunia. Pada tahun 1912, Baden Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui pada pandu di berbagai negara.
     Baden Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames (lebih dikenal dengan nama Lady Baden Powell). Pada tahun 1912 dikaruniakan tiga orang anak: Peter, Heather, dan Betty.
     Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang Pertama. Pada hari terakhir kegiatan Jambore tersebut, tanggal 6 Agustus 1920, Baden Powell diangkat menjadi "Chief Scout Of The World" atau "Bapak Pandu Dunia". Baden Powell juga dianugrahi gelar "Lord Baden Powell Of Gilwell", dengan julukan Baron oleh Raja George V.
     Setelah berkeliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia. Baden Powell beserta Lady Baden Powell menghabiskan masa-masa hidupnya di Inggris (sekitar tahun 1935 - 1938). Kemudian Baden Powell kembali ke tanah yang dicintainya, Afrika. Dan Baden Powell menghabiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya meninggal dunia pada tanggal 8 Januari 1941. []

Komentar

Postingan populer dari blog ini