Langsung ke konten utama

10 Fakta Aneh Tentang Cinta

Hai kawan...
Balik lagi nih di Fernayou Blog.

Kawan, sekarangkan sudah tanggal 11 Februari, tinggal sebentar tanggal 14 Februari. Kalian tahu tidak 14 Februari itu hari apa? Ya, benar, hari sabtu :v
Bukan, 14 Februari adalah hari Valentine atau Hari Kasih sayang. Seperti yang kalian tahu, hari valentine biasanya dilambangkan dengan cinta bukan?
Nah, kali ini saya akan membagikan artikel tentang 10 Fakta Aneh Tentang Cinta.
Penasaran? langsung saja lihat.
Baik Anda jomblo (seperti mimin) ataupun sudah berpasangan, ketahuilah bahwa ternyata walaupun disebut sebagai perasaan yang mengagumkan ada banyak sekali fakta aneh yang mengejutkan seputar cinta. Berikut ini adalah 10 fakta aneh seputar cinta.

1. Kemiripan dengan Orang Tua.
Tahukah bahwa ketika Anda sedang jatuh cinta, ada kemungkinan yang cukup besar alasan mengapa Anda jatuh cinta adalah karena pasangan Anda memiliki aroma yang secara tidak Anda sadari mirip dengan aroma orang tua Anda. Terlepas dari hal aroma, pria yang biasa dekat dengan ibunya cenderung memilih wanita yang sifatnya mirip dengan Si Ibu. Hal ini dikarenakan faktor psikologis maupun rasa nyaman saat ia berada dekat dengan wanita tersebut.

2. "Cinta Buta" itu Nyata
"Cinta itu buta." Perkataan seperti ini sering sekali terdengar dan sering dipersepsikan hanyalah ibarat semata. Tapi ternyata hal ini secara mengejutkan juga terbukti benar adanya. Untuk sebuah cinta dapat bertahan dengan sangat lama dan dapat mencapai pelaminan ternyata dibutuhkan sebuah tingkat "kebutaan" akan cinta ke pasangan Anda. Bahkan ada kebutaan yang sangat ekstrim dimana seseorang bahkan rela menawarkan harta benda hingga nyawanya demi pasangannya itu.

Ada alasan mengapa sebuah hubungan percintaan dapat berakhir, itu adalah karena ada keraguan di dalam diri Anda ataupun pasangan Anda. Dengan adanya kebutaan tersebut, seseorang akan mengacuhkan kekurangan yang ada di dalam diri pasangannya.

3. Cinta itu Manis
Sama halnya seperti cinta itu buta. Ibarat lain juga sering menyebutkan bahwa cinta itu membuat segalanya jadi lebih manis. Lalu apakah hal itu benar? Anehnya adalah ternyata hal ini juga memang benar namun di sisi lain tidak semua pengibaratan emosi lain memberikan rasa nyata yang sama. Seperti contohnya cemburu yang disebutkan memberikan perasaan membara itu tidaklah benar.

Cinta membuat semuanya terasa lebih manis ini dibuktikan melalui beberapa orang yang sedang jatuh cinta diminta untuk mencoba sebuah produk air minum yang pada kenyataannya adalah air putih biasa. Terbukti bahwa mereka menyebutkan air itu terasa manis yang pada kenyataannya seharusnya tidak.

4. "Patah Hati" itu Nyata
Segala sesuatu yang ada awalnya pasti juga punya akhirnya, hal ini berlaku juga untuk cinta. Kita harus jujur bahwa tidak semua pasangan yang akan kita temui adalah pasangan yang pada akhirnya akan menjadi pasangan hidup kita. Berbagai ketidakcocokkan akan kita dan akhirnya berakhir dengan perpisahan yang disebut patah hati.

Sebuah studi psikologis mengatakan bahwa ketika Anda mengalami perpisahan yang disebut "patah hati" ini ternyata hal itu tidak sebatas metafora. Beberapa orang memang dapat merasakan rasa sakit secara nyata seperti rasa nyeri ataupun luka serius di dalam tubuh mereka. Hal ini dikarenakan tubuh manusia itu menakjubkan, saat seseorang mengalami rasa sakit psikologis, otak kita akan merespon perasaan negatif tersebut secara aktif.

5. Obsesif dan Overprotektif itu Terjadi secara Biologis
Saat seseorang sedang jatuh cinta tidaklah jarang ada orang yang overprotektif atau terlalu obsesif terhadap pasangan mereka. Tapi ternyata perasaan seperti itu dapat terjadi karena alasan biologis.

Tubuh kita selalu menghasilkan sebuah senyawa kimia yan disebut dengan Serotonin dan ia berfungsi untuk mengendalikan mood. Kekurangan atas Serotonin sendiri dapat menyebabkan depresi dan anehnya untuk cinta hal ini mempengaruhi seberapa obsesif atau overprotektif seseorang. Saat seseorang sedang jatuh cinta, kadar Serotonin dalam tubuh mereka akan mengurang dan hal inilah yang menyebabkan rasa obsesif ataupun protektif terhadap diri pasangan mereka yang juga mengakibatkan kegelisahan atau kemarahan.

6. Cinta dapat Menjadi Obat Rasa Sakit
Anda pasti pernah mendengar istilah kuno yaitu obat yang paling ampuh di dunia adalah cinta. Hal ini memang benar adanya dan telah terbukti secara ilmiah. Ketika Anda sedang jatuh cinta, interaksi Anda dengan pasangan akan mengakibatkan otak melepaskan hormon Oxytocin yang berfungsi untuk meringankan rasa sakit seperti sakit kepala contohnya. Oleh karena itu kebanyakan orang yang sedang sakit akan mengalami penyembuhan secara signifikan ketika orang yang dicintainya datang menjenguk ataupun merawatnya.

Jika Anda sedang mengalami permasalahan di dalam kehidupan Anda, cobalah berkonsultasi atau berinteraksi dengan orang yang Anda terkasih, Anda akan merasa beban Anda lebih ringan.

7. Cinta dan Narkoba
Ada alasan mengapa obat-obatan seperti narkoba dapat menyebabkan kecanduan. Alasannya adalah ia dapat meningkatkan pembentukan Dopamine di otak kita dan Dopamine sendiri adalah senyawa kimia yang dapat menyebabkan perasaan bahagia atau mood yang lebih baik. Hal ini ternyata juga dilakukan sama saat Anda sedang jatuh cinta. Otak Anda akan melepaskan sel-sel Dopamine dalam jumlah besar menyebabkan perasaan "buta" dan "kecanduan" akan kasih sayag cinta ini.

8. Detak Jantung yang Sama
Seberapa manis dan mengagumkan ini: sebuah penelitian menemukan bahwa sepasang kekasih yang sudah bersama agak lama akan dapat memiliki detak jantung yang berdetak dalam waktu yang sama. Lebih uniknya lagi, mereka juga menemukan bahwa detaik jantung para wanitalah yang akan mengikuti detak jantung para pria. Tidak diketahui secar apasti apa penyebabnya, namun pastinya adalah ini aneh nan menakjubkan.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 32 pasangan yang saling jatuh cinta. Setiap pasangan diminta menatap mata pasangan mereka dan ditemukan bahwa detak jantung mereka perlahan menjadi sama. Hal serupa juga dilakukan untuk membuktikan bahwa ini bukan kebetulan semata dengan meminta wanita dan pria yang dipilih secara acak (bukan pasangan kekasih) untuk melakukan hal yang sama, dan memang detak jantung mereka tidak bisa selaras.

9. Cinta Bukan dari Hati
Hati sangatlah sering dikaitkan dengan perasaan cinta, tapi nyatanya tidak seperti itu. Cinta itu bukan datang dari hati tapi dari otak. Terlebih lagi, hati yang sering kita sebut-sebut di dada ini sebenarnya adalah jantung. 

Otak kita berperan penting dalam hal atraktifitas, spesifiknya terkait atas pheromone. Sebuah penelitian melakukan uji coba pheromone dengan menggunakan bau ketiak para wanita yang menunjukkan bahwa otak kita mendeteksi bau pheromone melalui sebuah organ yang disebut Organ Vomeronasal. Otak kita kemudian melepaskan sebuah bentuk kimia yang menyebakan perasaan "jatuh cinta" dan menyebabkan jantung kita berdetak lebih cepat dan secara persepsi umum menyebabkan banyak orang menyebutnya sebagai "perasaan dari hati."

Akan tetapi, seseorang dapat berargumen bahwa tanpa adanya darah di otak, otak kita tidak akan dapat berfungsi menyebabkan jantung yang kita ibaratkan "hati" ini berperan penting dalam hal cinta. 2 organ ini jadi dapat diargumenkan bahwa memiliki relasi simbiosis dalam emosi popular yang kita sebut cinta.

10. Cinta Pada Pandangan Pertama hanya Terjadi selama 4 Menit.
Ya, dengan kata lain "cinta pada pandangan pertama". Mungkin cinta pandangan pertama ini adalah fakta paling aneh dari emosi yang kita sebut "cinta" ini. Bagaiman mungkin seseorang bisa langsung jatuh cinta hanya dengan pandangan pertama? Beberapa mengatakan hal ini hanyalah kebohongan semata, sedangkan beberapa lainnya mengatakan hal ini benar apa adanya.

Sebuah penelitian melalukan eksperimen terhadap sekelompok hewan dan menemukan bahwa hewan cenderung langsung mencari pasangan dengan genetik yang sama. Walaupun tidak diketahui apakah hal ini dapat diimplementasikan ke manusia, namun mungkin saja secara tidak sadar cinta pada pandangan pertama ini terjadi karena Anda melihat seseorang dengan genetika yang mirip dengan Anda.

Studi lain menunjukkan bahwa 4 menit pertama dalam interaksi Anda dapat mengakibatkan sebuah efek yang disebut cinta pada pandangan pertama. Ternyata saat berbicara dengan pasangan Anda bukan ucapan yang menjadi fokus diri namun melainkan bahasa tubuh seperti inotasi dan nada bicara yang menjadikan 4 menit pertama tersebut sebagai penentu perasaan cinta ini.
***

Komentar

Postingan populer dari blog ini