Langsung ke konten utama

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-87: Sejarah

Salam Pemuda!
Hari ini Indonesia merayakan salah satu dari banyaknya hari yang benar-benar spesial bagi Indonesia. Soempah Pemoeda! Atau dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), Sumpah Pemuda.

Hari Sumpah Pemuda dirayakan pada tanggal 28 Oktober setiap tahun, adalah merupakan bagian dari perjuangan bangsa Indonesia yang kita semuanya sebagai generasi muda untuk mengingat dan memaknai menghargai perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri.


Dengan dicetuskannya Sumpah Pemuda itu, seluruh organisasi pergerakan yang ada di Tanah Air harus mengacu pada hasil Sumpah Pemuda 1928.

Bagi bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda ini juga merupakan entry point menuju pintu gerbang kemerdekaan Indonesia 1945. Sumpah pemuda tersebut telah menjadikan adanya kesamaan keinginan untuk merdeka dari cengkraman penjajah.
Pada tanggal 28 Oktober 1928, 87 tahun yang lalu di jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat telah lahir sebuah gagasan besar yang seharusnya telah membentuk kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik saat ini. Saat itu, sebuah pertemuan yang dinamakan Kongres Pemuda II digelar. 

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan-perwakilan tiap daerah dan dari berbagai latar belakang golongan yang berbeda-beda dengan alasan yang sangat mendasar karena untuk memenuhi kebutuhan saat itu. Dalam kongres ini pula lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan oleh W. R. Supratman di depan banyak orang peserta kongres.

Isi Teks Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut :



  1. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia)
  2. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia)
  3. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia

Indonesia waktu dahulu kala, dengan luasnya wilayah Indonesia dan masih dalam belenggu penjajah banyak sekali ormas, atau semacam organisasi maupun perkumpulan yang berdiri atas latar dan dasar seperti budaya, agama, suku dan asal usul yang seakan saat itu kesannya memiliki landasan tersendiri dalam memperjuangkan harkat dan martabat bangsa kita dari kaum penjajah.

Dan saat itu Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaituJong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon.

Dan juga pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie. Menggelar konggres ini di tiga tempat berbeda.

Dan rapat kedua 28 Oktober 1928 Gedung Oost-Java Bioscoop yang saat itu usai pertemuan yang mebahas masalah pendidikan oleh Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro untuk mengenalkan pendidikan demokratis.

Dan akhirnya di rapat terakhir di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, tercapailah rumusan rumusan itu yang di tulis Moehammad Yamin ketika Mr. Sunario, dan rumusan itu kemudian di bacakan saat penutupan rapat oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Belajar dari Sumpah Pemuda, ada catatan sejarah yang sangat berharga di dalamnya. Butir-butir dalam Sumpah Pemuda itu tidak hanya semata-mata disusun untuk menjadi hasil yang membantu kaum muda menjawab kebutuhan kemerdekaan dari penjajahan saat itu.

Melainkan lebih dari itu, Sumpah Pemuda telah menjadi spirit yang terus terpatri dalam hati sanubari para pemuda itu. 

Suatu spirit yang dibangun atas dasar kesamaan nasib dan cita-cita. Yang kemudian dibungkus dengan komitmen untuk senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa, satu tanah air yang pertama-tama ditandai dengan disepakatinya bahasa universal antar bangsa, bahasa Indonesia.

Semoga kita sebagai generasi muda sekarang ini bisa memahami makna arti sumpah pemuda ini dengan baik dan memahami bahwasannya perjuangan pemuda kala merebutkan dan memperjuangkan kemerdekaan tak bisa dipandang sebelah mata. 

Hari ini hari sumpah pemuda ke 87 dan semoga para pemuda bisa belajar akan sejarah sumpah pemuda dengan baik dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara.
===
BTW Ngomong-ngomong, Tahun ini Hari Sumpah Pemuda mengangkat tema Revolusi Mental untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “Satu untuk Bumi” . Dan Menggunakan logo sebagai berikut.
Makna Logo Sumpah Pemuda ke 87:

  1. Elemen utama logo adalah bumi yang ditopang oleh 3 tangan. Gambar globe menjadi fokus logo sebagai representasi tema utama Hari Sumpah Pemuda 2015: “Satu untuk Bumi”.
  2. Sepasang tangan menopang dan satu tangan mengepal (3 tangan) adalah representasi 3 semangat sumpah pemuda: nusa, bangsa, bahasa. Tangan menopang bumi adalah simbol dalam menjaga keberlanjutan gerakan penyelamatan bumi. Tangan terkepal adalah simbol semangat pemuda.
  3. Elemen tipografi Hari Sumpah Pemuda menggunakan variasi pola font 70th Indonesia Merdeka 2015. Warna font hijau adalah simbol alam, bumi, semangat, dan perdamaian sebagai tema Hari Sumpah Pemuda 2015. Sedangkan tipografi “Selamatkan bumi-hari sumpah pemuda 2015” adalah identitas kegiatan sekaligus penegasan tema.
  4. Elemen api merah putih adalah simbol semangat dan kekuatan pemuda Indonesia.
---

Komentar

Postingan populer dari blog ini