Langsung ke konten utama

Hari Guru Nasional dan Hari PGRI ke-70: Sejarah

hari guru, hari pgri, hari, guru, pgri, 2015, ke-70, nasional, google, doodle, hari ini, fernayou blog, fernayou, blog
Doodle Google Hari ini: Hari Guru Nasional - Hari PGRI ke-70
Fernayou Blog - Hari ini kita merayakan hari yang spesial, hari yang dikhususkan untuk seluruh guru di Indonesia ini yang telah menjadi pelita hidup di dalam perjalanan hidup kita. Hari yang dikhususkan untuk kita berterima kasih kepada seluruh guru kita, dari guru TK, SD, SMP, SMA/SMK, Kuliah, guru agama, dan guru-guru kita yang lainnya.

Ya, hari ini kita merayakan Hari Guru Nasional, sekaligus juga merayakan Hari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang ke-70 pada tahun 2015. Ngomong-ngomong, kenapa sih hari guru dan PGRI dipilih pada tanggal 25 November?

Kali ini Fernayou Blog akan membagikan sejarah mengapa tanggal 25 November dijadikan hari guru nasional dan hari PGRI. Jadi, sebenarnya tanggal 25 November itu adalah tanggal lahirnya organisasi PGRI. Berikut ini pejelasannya:
Momentum ini bermula dengan perjuangan para guru Tanah Air melalui Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. Di masa kolonial, organisasi unitaristik ini beranggotakan para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Umumnya mereka bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Di masa yang sama, berkembang juga organisasi guru dengan beragam latar belakang seperti keagamaan, kebangsaan, dan lainnya.
Nama PGHB berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) sekira dua dekade kemudian. Penambahan kata "Indonesia" mengejutkan dan menciutkan pemerintah Belanda. Pasalnya, kata tersebut mencerminkan semangat kebangsaan.
Berawal dari situlah, kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan kian membuncah. Keduanya mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Secara bertahap, jabatan Kepala HIS yang dulu selalu dipegang orang Belanda, mulai diambil alih orang Indonesia. Akhirnya, terbitlah cita-cita kesadaran bahwa perjuangan para guru Indonesia tak lagi tentang perbaikan nasib maupun kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak "Merdeka!"
PGI dibungkam oleh Jepang. Pada masa tersebut, pemerintah Jepang melarang semua organisasi dan menutup semua sekolah.
Barulah setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, PGI kembali menggeliat. Mereka menggelar Kongres Guru Indonesia pada 24–25 November 1945 di Surakarta.
Serupa dengan Sumpah Pemuda, semangat persatuan mendasari pelaksanaan Kongres Guru Indonesia tersebut. Para peserta kongres sepakat menghapuskan semua organisasi dan kelompok guru berlatar belakang perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku. Inilah cikal bakal bersatunya guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.
Mereka akhirnya menginisiasi kelahiran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, 25 November adalah Hari Guru Nasional.
---
Akhir kata, Fernayou Blog mengucapkan kepada seluruh guru di seluruh Indonesia:
Selamat Hari Guru Nasional dan Hari PGRI ke 70

Komentar

Postingan populer dari blog ini