Langsung ke konten utama

Hari Kebangkitan Nasional ke-107: Tema dan Sejarah

Fernayou Blog, Fernayou, Hari Kebangkitan Nasional, Harkitnas 2015, Hari Kebangkitan Nasional 2015, Harkitnas ke-107, Hari Kebangkitan Nasional ke-107
Fernayou Blog - Hai kawan sekalian, hadi ini kita memperingati hari yang spesial  dalam negeri tercinta ini, Indonesia.

Pada hari ini (20 Mei 2015), kita memperingati hari spesial yang memiliki makna yang luar biasa, dimana kita memperingati kebangkitan rasa nasionalisme yang mengalami puncak titik klimaks dari para pahlawan bangsa, sehingga mampu menggetarkan kekuatan penjajah dan merebut kemerdekaan.

Ya, pada hari ini kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-107 pada tahun 2015, atau yang sering disingkat Harkitnas 2015.

Hingga 107 tahun berlalu sejak 1908, langkah-langkah kebangkitan bangsa Indonesia terus maju, hidup, dan berkembang, seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tema penyelenggaraan Hari Kebangkitan Nasional ke-107 ini, yaitu "Melalui Hari Kebangkitan Nasional, Kita Bangkitkan Semangat Kerja Keras Mewujudkan Indonesia Maju dan Sejahtara". Diharapkan dalam tema ini, pemaknaan Kebangkitan Nasional lebih fokus pada perwujudan kerja nyata, dan bukan lagi pengembangan wacana.

Tuntutan perkembangan untuk terus maju menjadi pemicu pentingnya merealisasikan kebangkitan dengan kerja nyata tersebut. Namun perlu kita sadari bahwa tantangan yang kita hadapi kedepan juga nyata, yaitu potensi disharmoni sebagai ancaman yang sangat heterogan. Kemajemukan adalah sebuah potensi, potensi kekuatan bila dikelola dengan baik, dan potensi perpecahan bila tidak di pelihara. Kata kuncinya adalah keteguhan hati dalam menjaga nilai-nilai budaya yang telah terbukti mencegah kita dari perpecahan dan menguatkan kita dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Fernayou Blog, Fernayou, Hari Kebangkitan Nasional, Harkitnas 2015, Hari Kebangkitan Nasional 2015, Harkitnas ke-107, Hari Kebangkitan Nasional ke-107
Lalu, bagaimana dengan sejarah Harkitnas? Berikut adalah sejarah Harkitnas.
Pada tahun 1912 berdirilah Partai Politik pertama di Indonesia (Hindia Belanda), Indische Partij. Pada tahun itu juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (di Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (di Yogyakarta), Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang. Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tapi sebenarnya diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.
Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis “Als ik eens Nederlander was” (“Seandainya aku seorang Belanda”), pada tanggal 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi karena “boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda.
hingga saat ini tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Semoga  informasi tentang Harkitnas ke-107 diatas dapat bermanfaat untuk semua dan dapat menambah jiwa nasionalisme kita.
---
Sumber: Tema | Sejarah (Via)

Komentar

Postingan populer dari blog ini