Langsung ke konten utama

Doodle Google Hari Ini: Air Ditemukan di Mars!

Fernayou Blog - Hai kawan, apa kabarnya hari ini?
Hari ini adalah hari yang menghebohkan, kawan.... Bagaimana tidak? hari ini NASA --National Aeronautics and Space Administration, merupakan lembaga pemerintah milik Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program luar angkasa AS dan penelitian umum luar angkasa jangka panjang--, mengumumkan bahwa mereka menemukan air di mars. Suatu tanda yang mengejutkan, dimana beberapa orang berspekulasi akan adanya kehidupan di planet merah ini.

Untuk 'merayakan' penemuan adanya air di mars, Google mengganti 'logo'-nya dengan doodle "Air ditemukan di Mars." Pada doodle ini terdapat tulisan 'Gogle' berwarna putih dengan background luar angkasa, dan planet mars yang berputar dan pada saat 'muka' planet mars menghadap, ia sedang memegang gelas dan meminum air di gelas tersebut. Planet mars ini juga menggantikan huruf 'O' yang hilang pada tulisan 'Google'. Seperti biasa, jika doodle Google diklik, maka akan membawa kita ke suatu pencarian. Nah, di Doodle Google ini, seperti yang anda dapat tebak, Google membawa kita pada pencarian 'Mars'.

By The Way tentang berita ditemukannya air di Mars, Sejumlah temuan NASA menunjukkan bahwa Mars basah pada masa lalu. Tahun 1970-an, NASA memotret wilayah Mars yang diduga merupakan bekas sungai dan kawasan yang sebelumnya terletak di bawah perairan.

Lalu, awal tahun ini NASA mengungkap bahwa pada masa lalu, Mars memiliki samudera. Diduga, samudera itu terletak di wilayah belahan utara.

Namun sejumlah temuan lain menunjukkan bahwa Mars bukan hanya basah pada masa lalu tetapi juga saat ini. Hampir satu dekade lalu, Mars Global Surveyor memotret tanda adanya air yang mengalir di bebatuan Mars.

Tahun 2011, MRO mengungkap tanda adanya air yang mengalir di tebing-tebing Mars pada akhir musim semi dan awal musim gugur. Tanda air itulah yang disebut RSL.

Temuan kali ini mengonfirmasi bahwa Mars saat ini juga masih punya air. Hasil analisis kimia dengan teknik spektrometri (berbasis warna) menunjukkannya.

Lujendra Ojha dari Georgia Institute of Technology di Atlanta menggunakan spektronmetri untuk melihat pantulan sinar inframerah dari permukaan Mars saat pola garis mulai muncul dan saat berkembang sempurna.

Penelitian yang kemudian diterbitkan di jurnal Nature Geoscience itu mengungkap adanya molekul garam terhidrasi (telah berinteraksi dengan air) di permukaan Mars.

Garam terhidrasi, berupa klorat dan perklorat, merupakan tanda jelas adanya air saat ini. Ada empat lokasi air ditemukan mengalir, yaitu di kawah Hale, Palikir, Horowitz serta di lembah Coprates Chasma.

Air mengalir bersama molekul garam saat suhu Mars lebih tinggi dari 23 derajat Celsius. Air mampu mengalir pada suhu yang sangat dingin itu karena telah bercampur garam sehingga titik cairnya menjadi lebih rendah.

"Misteri sebelumnya adalah apa yang memungkinkan garam mengalir? Mungkin air tetapi hingga saat ini belum bisa dipastikan," kata Meyer.

"Dari penelitian ini kita mengungkap bahwa RSL terbentuk karena garam yang berinteraksi dengan air membentuk air asin yang mengalir ke bawah tebing," imbuhnya.

Temuan tanda adanya air yang mengalir di Mars saat ini membuat ilmuwan semakin yakin bahwa Mars menyimpan kehidupan dalam bentuk mikroba.

"Lokasi-lokasi tempat air mengalir ditemukan mungkin tempat terbaik untuk mencari kehidupan yang masih eksis di permukaan Mars," ungkap Alfred McEwen, pakar keplanetan di University of Arizona yang terlibat riset.

"Sementara memang penting untuk menemukan kehidupan di Mars pada masa lalu, sangat sulit untuk memahami biologinya. Kehidupan yang ada saat ini akan lebih informatif," imbuhnya.

John Bridge, profesor ilmu keplanetan di University of Leicester mengatakan, temuan ini bisa menjadi petunjuk untuk mengungkap sumber air. Di sana, kehidupan bisa dicari.

Ia mengatakan bahwa penemuan ini sangat menarik. "Mars kita berubah sekarang dan kita akan terus mendiskusikannya kemudian," katanya.

"Mars bukan planet yang kering seperti yang diduga sebelumnya," ujar Jim Green, ilmuwan NASA lain.
---
Sumber: Kompas Sains

Komentar

Postingan populer dari blog ini